Termasuk Kevin-Prince Boateng ke Barcelona, Ini Deretan Transfer Paling Aneh Dalam Sejarah

Termasuk Kevin-Prince Boateng ke Barcelona, Ini Deretan Transfer Paling Aneh Dalam Sejarah – Beberapa klub Eropa berlomba-lomba mendatangkan pemain baru pada bursa bursa transfer musim dingin ini. Taruhan Bola Mereka inginmemperbaiki kapabilitas skuadnya manfaat mengarungi sisa musim ini.

Termasuk Kevin-Prince Boateng ke Barcelona, Ini Deretan Transfer Paling Aneh Dalam Sejarah

Ya, kehadiran para pemain kala bursa transfer Januari tentu saja benar-benar menopang klub untuk merintis 1/2 musim berikutnya.

Dalam bursa transfer kadang kala menghadirkan beraneka cerita yang unik dan tak terduga. Transfer janggal tersebutlah yang kadang kala masuk di dalam kategori aneh.

Bisanya para klub mendatangkan pemain yang tak disangka-sangka atau tidak benar-benar diperlukan karena membawa stok pemain banyak. Alhasil, transfer pemain berikut dianggap sia-sia.

Siapa saja pemain dan juga klub yang pernah laksanakan transfer aneh? Dirangkum berasal dari Give Me Sports, ini 8 transfer pemain paling aneh di dalam sejarah.

1. Julien Faubert ke Real Madrid

Real Madrid pernah laksanakan transfer yang mampu dibilang aneh lumayan aneh. Faubert yang berposisi sebagai bek kanan cuma bermain sebanyak dua kali.

Itu karena Real Madrid sudah membawa tiga pemain yang mampu dipasang sebagai bek kanan. Ketiga pemain berikut ialah Sergio Ramos, Michel Salgado dan Miguel Torres.

Kendati demikian, Real Madrid justru tetap merekrut Julian Faubert. Menariknya, Faubert pernah memperkuat klub asal Indonesia, Borneo FC, pada 2018.

2. Papy Djilobodji ke Chelsea

Chelsea terhitung pernah laksanakan transfer aneh kala merekrut bek sedang asal Senegal, Papy Djilobodji. The Blues secara tiba-tiba mendatangkan Papy Djilobodji.

Padahal, Chelsea sudah membawa empat pemain yang yang berposisi sebagai bek tengah. Keempat pemain berikut ialah Kurt Zouma, Gary Cahill, Branislav Ivanovic, sampai John Terry.

Kondisi berikut pun memicu Papy Djilobodji kesulitan menembus skuat utama Chelsea selama empat musim bersama dengan Chelsea.

3. Roberto Mancini ke Leicester City

Eks pelatih Manchester City, Roberto Mancini melakoni debut di Premier League sebagai pemain kala berusia 36 tahun. Kala itu, Mancini bergabung bersama dengan Leicester City.

Umurnya yang sudah tak muda kembali membuatnya tak mampu bermain selama 90 menit. Alhasil, Mancini cuma mencatatkan tiga tampilan bersama dengan The Foxes sebelum akan gantung sepatu.

4. Javier Mascherano dan Carlos Tevez ke West Ham United

Javier Mascherano dan Carlos Tevez mampu dibilang pemain yang masuk kategori bintang. Kedua terhitung pemain punya bakat berasal dari Amerika Selatan.

Namun, Javier Mascherano dan Carlos Tevez secara mengejutkan bergabung bersama dengan klub papan sedang Premier League, West Ham United.

Setelah itu, Tevez akhirnya bermain untuk klub besar seperti Juventus, Manchester United. Sementara Mascherano membela Liverpool dan Barcelona.

5. Juninho ke Middlesbrough

Banyak yang tak menyangka, pemain yang lumayan dikenal bersama dengan tendangan bebasnya, Juninho, justru memilih klub seperti Middlesbrough. Padahal, ada klub lain, yaitu Sao Paolo yang terhitung berminat meminangnya.

6. Nicklas Bendtner ke Juventus

Nicklas Bendtner pernah dianggap sebagai satu di pada pemain muda Arsenal paling potensial. Hal itu ia buktikan kala mencetak 14 gol pada musim 2008-2009.

Namun, sejalan berjalannya kala performanya tetap alami penurunan dan kerap laksanakan perihal konyol dan juga kontroversial. Menariknya perihal berikut tak menjadi perhatian Juventus.

Nyonya Tua pernah mendatangkan Nicklas Bendtner pada musim 2012-2013. Saat merekrut Nicklas Bendtner, Bianconeri sudah miliki empat penyerang, yaitu Mirko Vucinic, Nicolas Anelka, Fabio Quagriarella, dan Alessandro Matri.

Selama berkostum Juventus Bendtner cuma mencatatkan 9 penampilan. Kendati minim bermain, Bendtner justru turut merasakan gelar Scudetto yang diraih Juventus.

7. Kevin-Prince Boateng ke Barcelona

Kedatangan Kevin-Prince Boateng ke Barcelona pada bursa transfer musim dingin 2019 mampu dibilang mengejutkan. Hampir tak ada rumor yang menyatakan sang pemain dapat merapat ke Camp Nou.

Transfer berikut dianggap aneh karena jaman keemasan Kevin-Prince Boateng dianggap sudah berakhir. Puncak karier Kevin-Prince Boateng ialah kala merasakan gelar Serie A bersama dengan AC Milan pada 2010-2011.

Setelah itu, Kevin-Prince Boateng memperkuat klub seperti Sassuolo dan Schalke 04. Saat ini, pemain asal Ghana itu bermain untuk klub Serie A, Fiorentina.

8. Julio Cesar ke Queens Park Rangers

Julio Cesar mampu dibilang merupakan satu di pada kiper berhasil asal Brasil. Julio Cesar pernah merasakan gelar Liga Champions bersama dengan Inter Milan pada 2010.

Tak cuma itu, ia kerap menjadi penjaga gawang utama Brasil, terutama kala Piala Dunia. Namun, keberhasilan berikut tak berlanjut kala Julio Cesar secara mengejutkan tukar ke klub asal Inggris, Queens Park Rengers.

Menariknya, QPR wajib terdegradai ke kasta ke-2 liga Inggris kala Julio Cesar memperkuat klub tersebut. Setelah QPR degradasi, Julio Cesar hengkang ke Toronto FC sebelum akan bergabung bersama dengan Benfica.